Cahsagaran
aku bukan siapa - siapa
Minggu, 09 November 2014
Kamis, 21 Juni 2012
MAKALAH
AGAMA SEBAGAI METODE TERAPI
BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan zaman berjalan begitu pesat, kemajuan
teknologi begitu mengesankan, bahkan kemajuan teknologi di bidang kedokteran
semakin maju. Bahkan dengan kemajuan tersebut penyakit manusia didiagnosa
berdasarkan gejala-gejala biologis, manusia semakin yakin bahwa penyakit
disebabkan oleh faktor fisik semata.
Ketika perkembangan teknologi ilmu kedokteran
modern semakin pesat, para psikolog dan agamawan mulai melihat gejala penyakit
dari sudut pandang yang berbeda yaitu adanya hubungan antara penyakit dengan
kondisi psikis manusia. Hubungan timbal balik ini yang menyebabkan manusia
dapat menderita gangguan fisik karena disebabkan oleh ganguan mental.
Makalah ini akan membahas tentang Agama sebagai
Metode Terapi, dimana penyembuhan suatu penyakit dengan menggunakan pendekatan
agama. Bagaimana Agama dapat memberi dampak yang sangat berarti bagi
kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan. Ketenangan jiwa, teladan dan
istiqomah dan lain-lain berdampak pada jasmaninya/rohaninya sehat.
BAB II
PEMBAHASAN
- Psikoterapi Islam
1.
Pengertian Psikoterpi Islam
Dari segi bahasa,
psikoterapi berasal dari kata pshyche dan theraphy. Psyche
mempunyai arti antara lain hati dan jiwa, sedangkan therapy dalam bahasa
Inggris berarti pengobatan dan penyembuhan. Psikoterapi (Psychotherapy) ialah
pengobatan melalui cara kebatinan.[1]
Psikoterapi islam adalah
proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual,
moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW.[2]
Psikoterapi keagamaan
berarti pula terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan
ajaran agama Islam.[3]
Sebagaimana diketahui bahwa dalam ajaran Islam mengandung tuntunan bagaimana
kehidupan manusia bebas dari rasa cemas, tegang, depresi dan sebagainya. Dalam
doa-doa misalnya, intinya adalah memohon agar kehidupan diberi ketenangan,
kesejahteraan, keselamatan baik di dunia dan akhirat.
2.
Tujuan Psikoterpi Islam
Tujuan psikoterapi Islam
adalah :[4]
a.
Memberikan pertolongan kepada individu agar sehat
jasmaniyah dan rohaniah, atau sehat mental spiritual dan mental, atau sehat
jiwa dan raganya.
b.
Menggali dan mengembangkan potensi esensial sumber
daya islami.
c.
Mengantarkan individu kepada perubahan konstruksi
dalam kepribadian.
d.
Meningkatkan kualitas keimanan, keislaman,
keihsanan dan ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari.
e.
Mengantarkan manusia mengenal, mencintai jati
dirinya serta Dzat Yang Maha Suci yaitu Allaha Subhanahu Wa Ta’ala
3.
Fungsi Psikoterapi Islam
Fungsi spesifik
psikoterapi Islam adalah :[5]
a.
Fungsi pencegahan
Fungsi pencegahan adalah
potensi pencegahan dari segala sesuatu yang membayakan dirinya. Psikoterapi
Islam dapat mencegah/menghindarkan seseorang dari hal-hal, keadaan, peristiwa
yang membahayakan dirinya, jiwa, spiritual dan mentalnya.
b.
Fungsi penyembuhan
Psikoterapi Islam dapat
membantu seseorang dalam melakukan pengobatan, penyembuhan dan perawatan
terhadap gangguan atau penyakit.
c.
Fungsi pensucian/pembersihan
Psikoterapi Islam
melakukan pensucian/pembersihan dari bekas dosa dan kedurhakaan. Dengan cara
istinja, mandi, wudlu, shalat taubat dan dzikir.
- Mendeskripsikan Macam-macam terapi melalui
agama
Penemuan Muhammad Mahmud Abd Al Qadir seorang ulama dan ahli kimia,
setidaknya memberi bukti bahwa adanya hubungan antara keyakinan agama dengan
kesehatan jiwa.[6]
Jika seseorang berada dalam keadaan normal, seimbang hormon dan kimiawinya,
maka ia akan selalu berada dalam keadaan aman. Perubahan yang terjadi dalam
kejiwaan itu disebut oleh Abd Al Qadir sebagai Spektrum hidup. Dan
pergeseran ke arah kiri atau kanan dari
pusat spektrum akan menimbulkan bahaya. Bila terjadi perubahan dalam proses
pemikiran, akan terjadi perubahan kimia dan biologi tubuh. Besar kecilnya
perubahan itu tergantung dari kemampuan manusia. Kalau terjadi keseimbangan
akan menjadi normal. Pergeseran dari kondisi normal ke daerah yang berbahaya
itu tergantung dari derajat keimanan yang tersimpan dalam diri manusia,
disamping faktor susunan tubuh serta dalam atau dangkalnya rasa dan kesadaran
manusia.
Macam-macam terapi melalui agama antara lain :
1.
Keimanan
Hidup manusia tidak selamanya berjalan lurus, ada kalanya
goncangan-goncangan hadir dalam langkah kehidupannya. Kegoncangan-kegoncaangan
tersebut bisa jadi diakibatkan oleh musibah, kegagalan, dan sebagainya.
Bagi orang yang mempunyai keimanan teguh, kondisi tersebut dihadapi
dengan hati tenang dan lapang. Namun, bagi orang yang jiwanya goncang dan jaauh
dari agama, kondisi tersebut biasanya dihadapi dengan perasaan sedih, tegang,
resah, takut, dan marah.
Iman dijadikan sebagai primsip pokok dalam ajaran Islam, menjadi
pengendali sikap, tindakan dana ucapan. Tanpa kendali iman, manusia akan mudah
terdorong melakukan hal-hal yang akan merugikan dirinya dan orang lain serta
menimbulkan kecemasan dan penyesalan, yang akan menyebabkan terganggunya
kesehatan mental. Dengan demikian keimanan akan menenteramkan hati, karena ada
tempat mengeluh dan mengungkapkan segala
perasaan hatinya. Sehingga hati menjadi tenang dan lapang.
2.
Al-Qur’an
Menururt Mustamir S.KED. dalam bukunya Lima Penyembuhan dari langit,
Al-Qur’an sebagai obat penyembuh rohani sudah banyak dimaklumi dan banyak
diyakini. Akan tetapi Al-Qur’an sebagai penyembuh penyakit fisik belum banyak
disinggung dan dibicarakan. Cara Al-Qur’an menyembuhkan penyakit fisik antara
lain :[7]
a.
Al-Qur’an melatih pernafasan
Pernafasan adalah
anugerah yang luar biasa dengan keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya.
Membaca Al-Qur’an dapat melatih pernafasan kita dengan aturan waqaf dan washal,
maka hendaklah kita membaca Al-Qur’an dengan bacaan tartil.
Dengan memperhatikan
aturan tersebut nafas kita akan menjadi teratur dan lebih panjang. Kebiasaan
bernafas dengan tepat penting untuk kesehaatan mental dan fisik.
b.
Pengaruh makhraj al huruf
Bentuk olah raga pada
makhraj al huruf adalah dengan membaca Al-Qur’an yang dapat merangsang
keluarnya air liur yang bertindak sebagai pelumas bagi otot-otot lidah, bibir
dan pipi.
c.
Al-Qur’an sebagai lagu yang menyembuhkan
Al-Qur’an mengandung
kualitas nada huruf yang bervariasi hingga menghasilkan huruf yang harmonis,
sehingga bila dibaca akan terasa keindahannya. Oleh karena itu jika Al-Qur’an
dibaca dengan baik dan benar, maka memberikan efek sebagimana terapi musik/lagu
yang akan memberikan pengaruh positif psikologis kita. Keadaan psikis yang
positif adalah modal utama untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
3.
Shalat
Shalat adalah ibadah yang di dalamnya terjalin hubungan ruhani antara
makhluk dan khaliqnya. Shalat juga dipandang sebagai munajat berdoa dengan hati
yang khusyu’ kepada Allah. Orang yang sedang melakukan shalat dengan khusyu’,
seolah-olah ia berhadapan dan berdialog langsung dengan Allah. Suasana
spiritual ini dapat menolong manusia untuk mengungkapkan segala perasaan dan
berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian ia mendapatkan tempat
untuk mencuahkan segala yang ada di dalam pikirannya. Dengan shalat yang khusyu’
orang akan mendapatkan ketenangan jiwa. Geakan-gerakan di dalam shalat pun
berpengaruh terhadap kesehatan jasmani.
Salah satu contohnya adalah shalat tahajjud akan efektif meningkatkan
daya tahan tubuh kita karena kemampuannya mereduksi stress yang membebani kita.[8]
4.
Puasa
Penyembuhan dengan
berpuasa di antaranya :[9]
a.
Mengistiratahkan pencernaan. Selama melaksanakan
puasa Ramadhan sistem pencernaan mendapat istirahat selama 6 jam setiap
harinya, mengingat selama 11 bulan terus bekerja keras tanpa istirahat yang
memadai. Maka istirahat selama puasa itu sangat bermanfaat bagi pencernaan,
sesuai dengan hukum alam segala sesuatu memerlukan istirahat.
b.
Membersihkan tubuh dari racun, kotoran dan ampas.
c.
Meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut hasil
penelitian di Osaka Jepang, ketika orang berpuasa memasuki hari ke tujuh, maka
jumlah sel darah putih akan meningkat, peningkatan sel darah putih ini secara
otomatis meningkatkan kekekalan tubuh. Sel-sel ini bermanfaat melawan
peradangan yang ada, sehingga banyak penyakit yang dapat tersembuhkan dengan
puasa. Contohnya radang tenggorokan, dan radang hidung.
d.
Memperbaiki kolesterol darah dan menurunkan tekanan
darah.
e.
Puasa mengurangi resiko kencing manis.
5.
Dzikir
Al-Qur’an telah menegaskan bahwa dzikir bermanfaat bagi kehidupan orang
yang beriman dan dzikir menenteramkan hati dan pikiran. Denganmengingat Allah
(yang diresapkan dalam Qalbu), maka hati seseorang akan menjadi lembut.
Qalbu seseorang tidak berbeda dengan sebatang pohon, apabila sebatang
pohon tumbuh di tempat yang tidak berair, maka dahan dan ranting pohon itu akan
kering kerontang dan dedaunannyapun berguguran. Demikian pula dengan hati kita,
dzikir merupakan mata air kehidupan. Hati
yang kosong dari dzikir kepada Allah berarti kekurangan mata air
kehidupan. Hati akan kering, gersang keras , penuh dengan bara hawa nafsu
syahwat, dan akhirnya menjadi enggan
berbakti kepada Allah. Jika terus dibiarkan, maka hati akan pecah
berkeping-keping yang hanya pantas menjadi bara api neraka.
Kelembutan hati dan ketenteraman jiwa merupakan rahmat dari Allah.
Allah-lah yang memantulkan cahaya dalam
hati seseorang (lantaran dzikir kepada Allah) dengan kasih sayang-Nya.
Dzikir dapat memberikan efek-efek yang positif, di antaranya :
-
Menghilangkan kekuatan setan dan menghancurkannya.
-
Menambah kasih sayang dari Allah.
-
Mempermudah dalam mencarai rizki.
-
Membuat kepribadian
yang terhormat dan mengesankan
-
Memberikan jalan yang dekat dengan Allah.
-
Memulihkan dan menghidupkan hati.
-
Menghilangkan dan kekhilafan.
-
Menghilangkan
sifat kepura-puraan.
-
Menghilangka seluruh rasa cemas dan takut yang
bersemayam dalam hati.
-
Obat bagi segala macam penyakit.
Kita dapat melakukan
dzikir ini di dalam hati atau dengan lisan kapan saja untuk penyembuhan, lebih
utama jika dilakukan dengan lisan dan berjama’ah, tetapi tentu saja dengan hati
yang khusyu’.
- Tinjauan Agama (pembuktian bahwa agama sebagai
metode terapi)
1.
Alqur’an
Pendekatan terapi
keagamaan ini dapat dirujuk dari informasi Al-Qur’an sendiri sebagai kitab
suci.
Konsep penyembuhan,
pengobatan, dan perawatan dari suatu penyakit yang terdapat dalam Al-qur’an
mengandung makna untuk :[10]
1)
Menguatkan keimanan dengan Al-Qur’an
2)
Membenarkan keyakinan barang siapa ditimpa suatu
penyakit, maka sesungguhnya ia mamu mengobati itu kapan saja ia kehendaki dengan
mencari metode penyembuhannya.
3)
Keyakinan orang yang beriman kepada Rasulullah,
bahwa Tuhannya telah memberikan petunjuk kepadanya mengenai pelajaran-pelajaran
tentang rahasia pengibatan atau penyembuhan yang bermakna.
Ayat-ayat yang
menerangkan fungsi Al-qur’an sebagai obat :
a.
Surat Yunus ayat 57
$pkr'¯»t
â¨$¨Z9$#
ôs%
Nä3ø?uä!$y_
×psàÏãöq¨B
`ÏiB
öNà6În/§
Öä!$xÿÏ©ur
$yJÏj9
Îû
ÍrßÁ9$#
Yèdur
×puH÷quur
tûüÏYÏB÷sßJù=Ïj9
ÇÎÐÈ
Artinya : “ Hai manusia,
Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi
penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi
orang-orang yang beriman.”
b.
Surat Al-Isra ayat 82
ãAÍit\çRur
z`ÏB
Èb#uäöà)ø9$#
$tB
uqèd
Öä!$xÿÏ©
×puH÷quur
tûüÏZÏB÷sßJù=Ïj9
wur
ßÌt
tûüÏJÎ=»©à9$#
wÎ)
#Y$|¡yz
ÇÑËÈ
Artinya : “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Dari
ayat di atas menyebutkan Al-qur’an sebagi syifa’ yang biasa diartikan sebagai “kesembuhan”
atau “obat”.
Ibnu
Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud Al-qur’an sebagi obat adalah bahwa kitab
itu dapat melenyapkan baerbagai penyakit hati seperti ragu, syirik dan
kebatilan.
Ada
ulama’ yang berpendapat bahwa Al-qur’an sebagai obat yang dapat menyembuhkan
penyakit hati juga penyakit-penyakit jasmani. Menurut Quraisy Shihab yang
dimaksud adalah bukan penyakit jasmani,
tetapi adalah penyakit ruhani yang berdampak pada jasmani.
2.
Hadits
a.
Hadits pertama
عَنْ عَلِيِّ بْنِ
اَبِى طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"خَيْرُ الدَّوَاءِ القُرْآنُ (رواه ابن ماجه).
Dari Ali bin Abi
Thalib, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik pengobatan adalah (dengan)
Al-Qur’an.” (H. R. Ibnu Majah).
b.
Hadts kedua
Di dalam Shahih
Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Nabi SAW apabila menjenguk
keluarganya yang sedang sakit,beliau mengusap tubuhnya dengan tangan kanan
beliau sambil berkata:
اَللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, أَذْهِبِ الْبَأْسَ:
وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِى, لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ, شِفَاءً لاَيُغَادِرُ
سَقَماً.
“Ya Allah, Rabb dari sekalian manusia! Lenyapkanlah rasa
sakitnya, berikanlah kepadanya kesembuhan karena Engkau adalah Yang Maha
Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan karena pertolongan-Mu; kesembuhan
yang tidak diiringi dengan sakit lain.”
c.
Hadts ketiga
Selanjutnya
diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, dari Utsman bin Abil Ash
diceritakan bahwa ia pernah datang menemui Rasulullah menceritakan sakit yang
diseritanya di bagian tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka Nabi SAW bersabda:
“Letakkanlah tanganmu
di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkan bismillah tiga kali, dan
ucapkanlah doa berikut sebanyak tujuh kali:
أَعُوْذُ بِعِزَّةِ
اللهِ وَ قُدْرَتِهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Aku berlindung dengan kemuliaan dan
kekuasaan Allah dari keburukan apa yang kudapati dan kukhawatirkan akan
terjadi.”
d.
Hadits keempat
Diriwayatkan oleh Ibnu
Abi Syuaibah dalam Musnad-nya dari Hadis Abdullah bin Mas’ud , ia
menceritakan:
بَيْنَارَسُوْلُ الله صلعم يُصَلِّى, اِذْ سَجَدَ:
فَلَدَ غَتْهُ عَقْرَبٌ فِى اِصْبِعِهِ, فَانْصَرَفَ رَسُوْلُ الله صلعم, وَقَالَ:
لَعَنَ الله ُ الْعَقْرَبَ: مَاتَدْعُ نَبِيّاً وَلاَ غَيْرَهُ. قاَلَ: ثُمَّ
دَعَا بِاءِنَافِيْهِ مَاءٌ وَمِلْحٌ, فَجَعَلَ يَضَعُ مَوْضِعَ اللَّدْغَةِ فِى
الْمَاءِ وَ الْمِلْحِ, وَيقْرَأُ قُلْ هُوَ الله ُ أَحَدٌ, وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ.
حَتَّى سَكَنَتْ.
“Ketika Rasulullah SAW shalat, pada saat beliau berujud,
tiba-tiba seekor kalajengking menyengat jari tangannya. Maka Rasulullah keluar
dan berkata: Semoga Allah melaknat kalajengking. Kalajengking tidak
membeda-bedakan antara seorang nabi dengan yang lainnya. Kemudian Rasulullah
menyuruh diambilkan air dan garam, lalu bagian yang disengat kalajengking
tersebut direndam dengan air garam itu sambil membaca Qul huwallahu ahad
dan muawwidzatain sehingga rasa sakitnya reda.”
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Dari pembahsan-pembahasan
terdahulu dapat disimpulkan bahwa :
1.
Psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan
penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan
melalui bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.
2.
Fungsi spesifik psikoterapi Islam adalah :
-
Fungsi pencegahan
-
Fungsi penyembuhan
-
Fungsi pensucian/pembersihan
3.
Adanya hubungan antara keyakian agama dan
kesehatan jiwa serta adanya hubungan
yang erat antara jiwa dan badan yang saling mempengaruhi.
4.
Beberapa contoh terapi melalui agama yaitu :
-
Dengan keimanan
-
Al –Qur’an
-
Sholat
-
Puasa
-
Dzikir
5.
Terapi dengan Psikoterapi Islam dirujuk dari
informasi dari Al-Qur’an yaitu melalui firman Allah QS Yunus (10): 57 dan QS
Al-Isra (17): 82 dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
6.
Agama dapat memberi dampak yang sangat berarti bagi
kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan.
7.
Dengan selalu beribadah kepada Allah akan
menyehatkan badan dan jiwa kita.
- Saran
1.
Setelah
membaca makalah ini, jika terjadi permasalahan pada diri kita sebaiknya kita
mencari solusi yang tepat melalui psikoterapi Islam.
2.
Sebaiknya
kita rajin mengamalkan ajaran ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Jalaludin H, Prof. Dr.Psikologi Agama, Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada, 2002
Aulia, Prof. Dr. Agama dan Kesehatan Badan/Jiwa, Jakarta : Bulan
Bintang
Mustamar S. Ked. Lima Metode penyembuhan dari Langit, Yogyakarta
: Lingkaran, 2008
Baksan Adz-dzakir, M. Hamdani. Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta
: Fajar Pustaka Baru, 2002
[1] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam,
Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 225-227
[2] Ibid, hlm. 228
[3] Sururin, M. Ag, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2008, hlm. 182
[4] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam,
Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 278-279
[5] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam,
Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 271
[6] Prof. Dr. H. Jalaludin, Psikologi Agama. Jakarta :
Raja Grafindo Persada, 2002. Hlm. 151
[7] Mustamar, S. Ked., Lima Metode Penyembuhan dari Langit. Yogyakarta
: Lingkaran, 2008. Hlm. 151-312
[8] Ibid, hlm
[9] Ibid, hlm
Langganan:
Postingan (Atom)
