Minggu, 09 November 2014

TAHUN BARU HIJRIYAH

TIDAK TERASA TAHUN 1435 H TELA TERLEWATI, KINI TAHUN 1436 H BARU DIMULAI

Jumat, 18 April 2014

JUARA TERGIAT I
LOMBA TINGKAT II TAHUN 2013
KWARRAN ULUJAMI KWARCAB PEMALANG

Kamis, 21 Juni 2012

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
hari ini kumulai membuka blog
mudah-mudahan bermanfaat...
amin.


MAKALAH
AGAMA SEBAGAI METODE TERAPI



BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan zaman berjalan begitu pesat, kemajuan teknologi begitu mengesankan, bahkan kemajuan teknologi di bidang kedokteran semakin maju. Bahkan dengan kemajuan tersebut penyakit manusia didiagnosa berdasarkan gejala-gejala biologis, manusia semakin yakin bahwa penyakit disebabkan oleh faktor fisik semata.
Ketika perkembangan teknologi ilmu kedokteran modern semakin pesat, para psikolog dan agamawan mulai melihat gejala penyakit dari sudut pandang yang berbeda yaitu adanya hubungan antara penyakit dengan kondisi psikis manusia. Hubungan timbal balik ini yang menyebabkan manusia dapat menderita gangguan fisik karena disebabkan oleh ganguan mental.
Makalah ini akan membahas tentang Agama sebagai Metode Terapi, dimana penyembuhan suatu penyakit dengan menggunakan pendekatan agama. Bagaimana Agama dapat memberi dampak yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan. Ketenangan jiwa, teladan dan istiqomah dan lain-lain berdampak pada jasmaninya/rohaninya sehat.



BAB II
PEMBAHASAN

  1. Psikoterapi Islam
1.      Pengertian Psikoterpi Islam
Dari segi bahasa, psikoterapi berasal dari kata pshyche dan theraphy. Psyche mempunyai arti antara lain hati dan jiwa, sedangkan therapy dalam bahasa Inggris berarti pengobatan dan penyembuhan. Psikoterapi (Psychotherapy) ialah pengobatan melalui cara kebatinan.[1]
Psikoterapi islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW.[2]
Psikoterapi keagamaan berarti pula terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam.[3] Sebagaimana diketahui bahwa dalam ajaran Islam mengandung tuntunan bagaimana kehidupan manusia bebas dari rasa cemas, tegang, depresi dan sebagainya. Dalam doa-doa misalnya, intinya adalah memohon agar kehidupan diberi ketenangan, kesejahteraan, keselamatan baik di dunia dan akhirat.

2.      Tujuan Psikoterpi Islam
Tujuan psikoterapi Islam adalah :[4]
a.       Memberikan pertolongan kepada individu agar sehat jasmaniyah dan rohaniah, atau sehat mental spiritual dan mental, atau sehat jiwa dan raganya.
b.      Menggali dan mengembangkan potensi esensial sumber daya islami.
c.       Mengantarkan individu kepada perubahan konstruksi dalam kepribadian.
d.      Meningkatkan kualitas keimanan, keislaman, keihsanan dan ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari.
e.       Mengantarkan manusia mengenal, mencintai jati dirinya serta Dzat Yang Maha Suci yaitu Allaha Subhanahu Wa Ta’ala

3.      Fungsi Psikoterapi Islam
Fungsi spesifik psikoterapi Islam adalah :[5]
a.       Fungsi pencegahan
Fungsi pencegahan adalah potensi pencegahan dari segala sesuatu yang membayakan dirinya. Psikoterapi Islam dapat mencegah/menghindarkan seseorang dari hal-hal, keadaan, peristiwa yang membahayakan dirinya, jiwa, spiritual dan mentalnya.
b.      Fungsi penyembuhan
Psikoterapi Islam dapat membantu seseorang dalam melakukan pengobatan, penyembuhan dan perawatan terhadap gangguan atau penyakit.
c.       Fungsi pensucian/pembersihan
Psikoterapi Islam melakukan pensucian/pembersihan dari bekas dosa dan kedurhakaan. Dengan cara istinja, mandi, wudlu, shalat taubat dan dzikir.

  1. Mendeskripsikan Macam-macam terapi melalui agama
Penemuan Muhammad Mahmud Abd Al Qadir seorang ulama dan ahli kimia, setidaknya memberi bukti bahwa adanya hubungan antara keyakinan agama dengan kesehatan jiwa.[6] Jika seseorang berada dalam keadaan normal, seimbang hormon dan kimiawinya, maka ia akan selalu berada dalam keadaan aman. Perubahan yang terjadi dalam kejiwaan itu disebut oleh Abd Al Qadir sebagai Spektrum hidup. Dan pergeseran  ke arah kiri atau kanan dari pusat spektrum akan menimbulkan bahaya. Bila terjadi perubahan dalam proses pemikiran, akan terjadi perubahan kimia dan biologi tubuh. Besar kecilnya perubahan itu tergantung dari kemampuan manusia. Kalau terjadi keseimbangan akan menjadi normal. Pergeseran dari kondisi normal ke daerah yang berbahaya itu tergantung dari derajat keimanan yang tersimpan dalam diri manusia, disamping faktor susunan tubuh serta dalam atau dangkalnya rasa dan kesadaran manusia.
Macam-macam terapi melalui agama antara lain :
1.      Keimanan
Hidup manusia tidak selamanya berjalan lurus, ada kalanya goncangan-goncangan hadir dalam langkah kehidupannya. Kegoncangan-kegoncaangan tersebut bisa jadi diakibatkan oleh musibah, kegagalan, dan sebagainya.
Bagi orang yang mempunyai keimanan teguh, kondisi tersebut dihadapi dengan hati tenang dan lapang. Namun, bagi orang yang jiwanya goncang dan jaauh dari agama, kondisi tersebut biasanya dihadapi dengan perasaan sedih, tegang, resah, takut, dan marah.
Iman dijadikan sebagai primsip pokok dalam ajaran Islam, menjadi pengendali sikap, tindakan dana ucapan. Tanpa kendali iman, manusia akan mudah terdorong melakukan hal-hal yang akan merugikan dirinya dan orang lain serta menimbulkan kecemasan dan penyesalan, yang akan menyebabkan terganggunya kesehatan mental. Dengan demikian keimanan akan menenteramkan hati, karena ada tempat mengeluh dan mengungkapkan  segala perasaan hatinya. Sehingga hati menjadi tenang dan lapang.
2.      Al-Qur’an
Menururt Mustamir S.KED. dalam bukunya Lima Penyembuhan dari langit, Al-Qur’an sebagai obat penyembuh rohani sudah banyak dimaklumi dan banyak diyakini. Akan tetapi Al-Qur’an sebagai penyembuh penyakit fisik belum banyak disinggung dan dibicarakan. Cara Al-Qur’an menyembuhkan penyakit fisik antara lain :[7]
a.       Al-Qur’an melatih pernafasan
Pernafasan adalah anugerah yang luar biasa dengan keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya. Membaca Al-Qur’an dapat melatih pernafasan kita dengan aturan waqaf dan washal, maka hendaklah kita membaca Al-Qur’an dengan bacaan tartil.
Dengan memperhatikan aturan tersebut nafas kita akan menjadi teratur dan lebih panjang. Kebiasaan bernafas dengan tepat penting untuk kesehaatan mental dan fisik.
b.      Pengaruh makhraj al huruf
Bentuk olah raga pada makhraj al huruf adalah dengan membaca Al-Qur’an yang dapat merangsang keluarnya air liur yang bertindak sebagai pelumas bagi otot-otot lidah, bibir dan pipi.
c.       Al-Qur’an sebagai lagu yang menyembuhkan
Al-Qur’an mengandung kualitas nada huruf yang bervariasi hingga menghasilkan huruf yang harmonis, sehingga bila dibaca akan terasa keindahannya. Oleh karena itu jika Al-Qur’an dibaca dengan baik dan benar, maka memberikan efek sebagimana terapi musik/lagu yang akan memberikan pengaruh positif psikologis kita. Keadaan psikis yang positif adalah modal utama untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
3.      Shalat
Shalat adalah ibadah yang di dalamnya terjalin hubungan ruhani antara makhluk dan khaliqnya. Shalat juga dipandang sebagai munajat berdoa dengan hati yang khusyu’ kepada Allah. Orang yang sedang melakukan shalat dengan khusyu’, seolah-olah ia berhadapan dan berdialog langsung dengan Allah. Suasana spiritual ini dapat menolong manusia untuk mengungkapkan segala perasaan dan berbagai permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian ia mendapatkan tempat untuk mencuahkan segala yang ada di dalam pikirannya. Dengan shalat yang khusyu’ orang akan mendapatkan ketenangan jiwa. Geakan-gerakan di dalam shalat pun berpengaruh terhadap kesehatan jasmani.
Salah satu contohnya adalah shalat tahajjud akan efektif meningkatkan daya tahan tubuh kita karena kemampuannya mereduksi stress yang membebani kita.[8]
4.      Puasa
Penyembuhan dengan berpuasa di antaranya :[9]
a.       Mengistiratahkan pencernaan. Selama melaksanakan puasa Ramadhan sistem pencernaan mendapat istirahat selama 6 jam setiap harinya, mengingat selama 11 bulan terus bekerja keras tanpa istirahat yang memadai. Maka istirahat selama puasa itu sangat bermanfaat bagi pencernaan, sesuai dengan hukum alam segala sesuatu memerlukan istirahat.
b.      Membersihkan tubuh dari racun, kotoran dan ampas.
c.       Meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut hasil penelitian di Osaka Jepang, ketika orang berpuasa memasuki hari ke tujuh, maka jumlah sel darah putih akan meningkat, peningkatan sel darah putih ini secara otomatis meningkatkan kekekalan tubuh. Sel-sel ini bermanfaat melawan peradangan yang ada, sehingga banyak penyakit yang dapat tersembuhkan dengan puasa. Contohnya radang tenggorokan, dan radang hidung.
d.      Memperbaiki kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah.
e.       Puasa mengurangi resiko kencing manis.

5.      Dzikir
Al-Qur’an telah menegaskan bahwa dzikir bermanfaat bagi kehidupan orang yang beriman dan dzikir menenteramkan hati dan pikiran. Denganmengingat Allah (yang diresapkan dalam Qalbu), maka hati seseorang akan menjadi lembut.
Qalbu seseorang tidak berbeda dengan sebatang pohon, apabila sebatang pohon tumbuh di tempat yang tidak berair, maka dahan dan ranting pohon itu akan kering kerontang dan dedaunannyapun berguguran. Demikian pula dengan hati kita, dzikir merupakan mata air kehidupan. Hati  yang kosong dari dzikir kepada Allah berarti kekurangan mata air kehidupan. Hati akan kering, gersang keras , penuh dengan bara hawa nafsu syahwat, dan akhirnya menjadi enggan  berbakti kepada Allah. Jika terus dibiarkan, maka hati akan pecah berkeping-keping yang hanya pantas menjadi bara api neraka.
Kelembutan hati dan ketenteraman jiwa merupakan rahmat dari Allah. Allah-lah  yang memantulkan cahaya dalam hati seseorang (lantaran dzikir kepada Allah) dengan kasih sayang-Nya.
Dzikir dapat memberikan efek-efek yang positif, di antaranya :
-          Menghilangkan kekuatan setan dan menghancurkannya.
-          Menambah kasih sayang dari Allah.
-          Mempermudah dalam mencarai rizki.
-          Membuat kepribadian  yang terhormat dan mengesankan
-          Memberikan jalan yang dekat dengan Allah.
-          Memulihkan dan menghidupkan hati.
-          Menghilangkan dan kekhilafan.
-          Menghilangkan  sifat kepura-puraan.
-          Menghilangka seluruh rasa cemas dan takut yang bersemayam dalam hati.
-          Obat bagi segala macam penyakit.
Kita dapat melakukan dzikir ini di dalam hati atau dengan lisan kapan saja untuk penyembuhan, lebih utama jika dilakukan dengan lisan dan berjama’ah, tetapi tentu saja dengan hati yang khusyu’.

  1. Tinjauan Agama (pembuktian bahwa agama sebagai metode terapi)
1.      Alqur’an
Pendekatan terapi keagamaan ini dapat dirujuk dari informasi Al-Qur’an sendiri sebagai kitab suci.
Konsep penyembuhan, pengobatan, dan perawatan dari suatu penyakit yang terdapat dalam Al-qur’an mengandung makna untuk :[10]
1)      Menguatkan keimanan dengan Al-Qur’an
2)      Membenarkan keyakinan barang siapa ditimpa suatu penyakit, maka sesungguhnya ia mamu mengobati itu kapan saja ia kehendaki dengan mencari metode penyembuhannya.
3)      Keyakinan orang yang beriman kepada Rasulullah, bahwa Tuhannya telah memberikan petunjuk kepadanya mengenai pelajaran-pelajaran tentang rahasia pengibatan atau penyembuhan yang bermakna.
Ayat-ayat yang menerangkan fungsi Al-qur’an sebagai obat :
a.       Surat Yunus ayat 57
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ôs% Nä3ø?uä!$y_ ×psàÏãöq¨B `ÏiB öNà6În/§ Öä!$xÿÏ©ur $yJÏj9 Îû ÍrߐÁ9$# Yèdur ×puH÷quur tûüÏYÏB÷sßJù=Ïj9 ÇÎÐÈ  
Artinya : “ Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
b.      Surat Al-Isra ayat 82
ãAÍit\çRur z`ÏB Èb#uäöà)ø9$# $tB uqèd Öä!$xÿÏ© ×puH÷quur tûüÏZÏB÷sßJù=Ïj9   Ÿwur ߃Ìtƒ tûüÏJÎ=»©à9$# žwÎ) #Y$|¡yz ÇÑËÈ  
Artinya : “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Dari ayat di atas menyebutkan Al-qur’an sebagi syifa’ yang biasa diartikan sebagai “kesembuhan” atau “obat”.
Ibnu Katsir mengatakan bahwa yang dimaksud Al-qur’an sebagi obat adalah bahwa kitab itu dapat melenyapkan baerbagai penyakit hati seperti ragu, syirik dan kebatilan.
Ada ulama’ yang berpendapat bahwa Al-qur’an sebagai obat yang dapat menyembuhkan penyakit hati juga penyakit-penyakit jasmani. Menurut Quraisy Shihab yang dimaksud adalah  bukan penyakit jasmani, tetapi adalah penyakit ruhani yang berdampak pada jasmani.
2.      Hadits
a.       Hadits pertama
عَنْ عَلِيِّ بْنِ اَبِى طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "خَيْرُ الدَّوَاءِ القُرْآنُ (رواه ابن ماجه).
Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Sebaik-baik pengobatan adalah (dengan) Al-Qur’an.” (H. R. Ibnu Majah).
b.      Hadts kedua
Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Nabi SAW apabila menjenguk keluarganya yang sedang sakit,beliau mengusap tubuhnya dengan tangan kanan beliau sambil berkata:
اَللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, أَذْهِبِ الْبَأْسَ: وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِى, لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ, شِفَاءً لاَيُغَادِرُ سَقَماً.
“Ya Allah, Rabb dari sekalian manusia! Lenyapkanlah rasa sakitnya, berikanlah kepadanya kesembuhan karena Engkau adalah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan karena pertolongan-Mu; kesembuhan yang tidak diiringi dengan sakit lain.”
c.       Hadts ketiga
Selanjutnya diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, dari Utsman bin Abil Ash diceritakan bahwa ia pernah datang menemui Rasulullah menceritakan sakit yang diseritanya di bagian tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka Nabi SAW bersabda:
“Letakkanlah tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkan bismillah tiga kali, dan ucapkanlah doa berikut sebanyak tujuh kali:
أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَ قُدْرَتِهِ, مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang kudapati dan kukhawatirkan akan terjadi.”
d.      Hadits keempat
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syuaibah dalam Musnad-nya dari Hadis Abdullah bin Mas’ud , ia menceritakan:
بَيْنَارَسُوْلُ الله صلعم يُصَلِّى, اِذْ سَجَدَ: فَلَدَ غَتْهُ عَقْرَبٌ فِى اِصْبِعِهِ, فَانْصَرَفَ رَسُوْلُ الله صلعم, وَقَالَ: لَعَنَ الله ُ الْعَقْرَبَ: مَاتَدْعُ نَبِيّاً وَلاَ غَيْرَهُ. قاَلَ: ثُمَّ دَعَا بِاءِنَافِيْهِ مَاءٌ وَمِلْحٌ, فَجَعَلَ يَضَعُ مَوْضِعَ اللَّدْغَةِ فِى الْمَاءِ وَ الْمِلْحِ, وَيقْرَأُ قُلْ هُوَ الله ُ أَحَدٌ, وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ. حَتَّى سَكَنَتْ.
“Ketika Rasulullah SAW shalat, pada saat beliau berujud, tiba-tiba seekor kalajengking menyengat jari tangannya. Maka Rasulullah keluar dan berkata: Semoga Allah melaknat kalajengking. Kalajengking tidak membeda-bedakan antara seorang nabi dengan yang lainnya. Kemudian Rasulullah menyuruh diambilkan air dan garam, lalu bagian yang disengat kalajengking tersebut direndam dengan air garam itu sambil membaca Qul huwallahu ahad dan muawwidzatain sehingga rasa sakitnya reda.”


BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Dari pembahsan-pembahasan terdahulu dapat disimpulkan bahwa :
1.      Psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW.
2.      Fungsi spesifik psikoterapi Islam adalah :
-          Fungsi pencegahan
-          Fungsi penyembuhan
-          Fungsi pensucian/pembersihan
3.      Adanya hubungan antara keyakian agama dan kesehatan  jiwa serta adanya hubungan yang erat antara jiwa dan badan yang saling mempengaruhi.
4.      Beberapa contoh terapi melalui agama yaitu :
-          Dengan keimanan
-          Al –Qur’an
-          Sholat
-          Puasa
-          Dzikir
5.      Terapi dengan Psikoterapi Islam dirujuk dari informasi dari Al-Qur’an yaitu melalui firman Allah QS Yunus (10): 57 dan QS Al-Isra (17): 82 dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
6.      Agama dapat memberi dampak yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, termasuk terhadap kesehatan.
7.      Dengan selalu beribadah kepada Allah akan menyehatkan badan dan jiwa kita.
  1. Saran
1.      Setelah membaca makalah ini, jika terjadi permasalahan pada diri kita sebaiknya kita mencari solusi yang tepat melalui psikoterapi Islam.
2.      Sebaiknya kita rajin mengamalkan ajaran ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA


Jalaludin H, Prof. Dr.Psikologi Agama, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002
Aulia, Prof. Dr. Agama dan Kesehatan Badan/Jiwa, Jakarta : Bulan Bintang
Mustamar S. Ked. Lima Metode penyembuhan dari Langit, Yogyakarta : Lingkaran, 2008
Baksan Adz-dzakir, M. Hamdani. Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002



[1] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam, Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 225-227
[2] Ibid, hlm. 228
[3] Sururin, M. Ag, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008, hlm. 182
[4] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam, Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 278-279
[5] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Konseling dan psikoterapi Islam, Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru, 2002, hlm. 271
[6] Prof. Dr. H. Jalaludin, Psikologi Agama. Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2002. Hlm. 151
[7] Mustamar, S. Ked., Lima Metode Penyembuhan dari Langit. Yogyakarta : Lingkaran, 2008. Hlm. 151-312
[8] Ibid, hlm
[9] Ibid, hlm
[10] M. Hamdani Baksan Adz-dzakir, Tinjauan Umum Tentang Psikoterapi dalam Islam. Hlam. 280